Mimpi oh...Mimpi aku ingin menuliskanmu

Selasa, 24 September 2013

Mengejar, Lalu Mendapatkan Bintang

Berjalan sendiri di malam hari menelusuri sebuah jalan yang tak asing bagiku. Adalah Jalan Kenangan. Di jalan itu, aku pernah tinggal disana menghabiskan masa kecilku sekira 7 tahunan, lalu pindah rumah yang tidak jauh dengan jalan kenangan, namanya Jalan Cumi-Cumi. 

 
Saat sedang berjalan di Jalan Kenangan, mataku seakan terhipnotis untuk selalu menatap ke atas langit karena pemandangannya yang memang luar biasa. Aaargghh....betapa bahagianya aku melihat bintang-bintang bertaburan di langit.

Saat berjalan kaki itu dan mataku tertuju di langit, aku lantas berteriak "Ada bintang jatuuuhhhhhhh" Yaaaa... aku melihat ada bintang yang hendak jatuh ke bumi. Teriakanku ini hentak saja mengagetkan beberapa orang yang sedang berada di dalam rumah. Mereka pun ikut melihat ke atas langit, tapi mereka tetap diam saja, tidak seperti aku yang justru kemudian berlari sangat kencang untuk mengejar bintang itu. Haha....

Aku mengejarnya, owowowww dan bintang itu jatuh lalu berada di balik rerumputan.Yaaaaksss..... jebreet, aku mendapatkan bintang itu. Malah ada 2 bintang yang telah berhasil aku genggam di tangan. 
Akhirnya bintang-bintang itu aku bawa ke rumah, dan aku simpan di kamar. Hentak, mataku tiba-tiba terbuka dan sadarkan diri. Fuuuhhhh.....lagi-lagi ternyata cuma mimpi :(

Senin, 23 September 2013

Terbang Ala Aladin Style

Okesip lagi-lagi semalam aku mimpi bisa terbang. Ala Aladin yang biasanya terbang dengan karpetnya, itulah yang aku lakukan. Dalam sebuah acara bersama teman-teman, aku datang dengan menggunakan kain terbang yang berwarna biru muda. Setelah itu, aku terbang lagi dan terus terbang berkeliling sesuka hatiku tanpa seolah-olah tidak ada ketakutan sedikitpun untuk menjelajahi di atas langit yang tinggi. Aku tampak saat bahagia, aaah...andai saja dapat ngerasain langsung dalam dunia nyata. Hahaa...



Selasa, 10 September 2013

Menentukan Pilihan


 

Hari ini, 10 September 2013 waktunya warga Kalimantan Timur (Kaltim) untuk memilih Gubernur.Jujur sejak semalam aku belum menentukan pilihan yang pasti. Tadi malam seorangteman di BBM pun nanya, “Irma milih siapa?” Aku pun berbisik dalam hati, sebenarnyabelum menentukan pilihan yang pasti. Sebut saja perasaannya yaah semacam agaklabil gitulah tsaaah… Alasannya adalah karena dikepalaku sebenarnya ada duakandidat yang kebayang di kepala. Meskipun sampai dengan jam 9 pagi ini akumasih belum menentukan pilihan, tapi yang pasti aku akan tetap berangkat keTempat Pemungutan Suara (TPS) dengan membawa surat suaraku yang telah bersusahpayah diantarkan oleh petugas TPS. Satu lagi aku janji deh nggak akan golput.Haha…. Jika kalian bertanya mengapa? Jawabannya adalah #Fitritropicastylejiaaaah……

1.      Aku ingin menghargai orang-orang yang aku yakinsudah bersusah payah dan bersibuk ria untuk mempersiapkan segalanya. Mulai darimendesain kertas pemungutan suara, kertasnya mesti diprint, kemudiandiperbanyak sampai beribu-ribu sesuai dengan jumlah warga Kaltim yang telahmemiliki hak suara, terus dilipat, dan lain sebagainya. Bahkan di koran lokalsempat pernah aku baca para siswa pun sampai dilibatkan untuk diminta tolongmembantu melipat kertas suara. Tuh kan, bisa dibayangkan nggak tuh betapapanitia sesungguhnya telah bersusah payah, dan juga ntahlah sudah berapa banyakuang negara yang dihamburkan demi memungut suara rakyatnya hingga mendapatkansiapa yang layak untuk dijadikan pemimpin di Kaltim.

2.       Nah,terkait wacana golput sebenarnya ini sih sudah menjadi kisah klasik danfenomena kontroversial dalam kancah politik nasional. Aku memutuskan untuknggak golput bukan karena takut divonis haram jika sampai nggak memilih. Sebab,pada dasarnya aku kurang setuju aja sih sampai ada fatwa tersebut. Pilihangolput itu sepengetahuanku tidak memiliki konsekuensi hukum aja gitu meeen….Namun di balik itu, simpel sih menurutku jadi cukuplah keikutsertaanku dalam memilihGubernur ini sebagai hak yang masih sesuai dengan semangat demokrasi danPancasila. Ceilaaa….

Lalu, di detik-detik mau berangkatke TPS siapakah yang akan saya pilih? Dengan berbagai pertimbangan dandiperkuat oleh mimpiku tadi malam (*gelaak sampe kebawa dimimpi haha….) yaudahaku sudah tahu akan memilih siapa. Dalam mimpi itu, sangat jelas diingatankuaku menulis angka berapa di dalam sebuah kertas yang ukurannya segeda Koran.Hahaha… Tapi, pengawasnya sangat jelas pula dimataku seorang anak kecillaki-laki sekitar usia 8 tahun dengan mengenakan kostum kaos kutang putih dancelana pendek -______-

~Sekian basa-basi tentang mimpi semalam…saya mau sarapandulu, mandi, berkostum, lalu ke TPS.