Di atas langit aku melihat sebuah lingkaran besar berbentuk seperti planet. Lingkaran itu berlapis kaca murni. Aku terus berjalan mengikuti kemana ia akan melangkah. Tertarik dan riang sekali rasanya melihat benda itu. Semakin mendekat, dan terus mendekat ke daratan. Pada akhirnya lingkaran itu terbuka seolah ingin membawaku. Aku pikir mereka pasti alien yang datang dari luar angkasa. Haha...
Cerita di Alam Mimpi...
Mimpi itu terkadang bisa membuat takut, cemas, sedih, lucu, bahagia, dan berbagai perasaan lain.. Dan yang pasti, hanya di alam mimpi kita dapat ngerasain hal-hal aneh bin ajaib karena tidak semua peristiwanya bisa terjadi di alam nyata....
Mimpi oh...Mimpi aku ingin menuliskanmu
Kamis, 27 Februari 2014
Minggu, 16 Februari 2014
Bonceng Empat
Kembali semasa SMA. Aku mengenakan putih abu-abu. Terlihat olehku para teman terdekat dulu dan kebetulan kami memang dahulunya sekelas. Ada Anin, Dara, Nindy, Mirna, Anik. Disitu kami mengobrol. Ntah apa yang menjadi topik perbincangan kami.

Lalu, dalam setting yang berbeda aku dipertemukan dengan Dara, Indah, dan satu orang lagi aku lupa. Kami berempat hendak mencari toilet. Jadilah kami berempat bersama mencari toilet dengan mengendarai 1 motor untuk berempat. Hahahaa.....Disitu tampak aku duduk paling depan yang mengendalikan motor. Yasalaaam...Wkwkwkw. Sebenarnya sempat gak yakin dan takut buat bonceng 4. Tapi, ntahlah semua itu jadi mau aku lakukan karena sudah kebelet. Ckckckck.....
Rabu, 05 Februari 2014
Bulan Berbentuk Mata
Selasa, 07 Januari 2014
Bentuk Love dari Tanah Liat
Aku tampak berusaha keras membuat sebuah bentuk love dari tanah liat.Aku membuatnya di sebuah gudang penyimpanan keramik yang jadinya belum sempurna karena semuanya masih berbentuk tanah liat.
Tanah liat itu aku ukur sedemikian rupa hingga aku merasa akan menemukan bentuk yang pas. Bentuk love itu mau aku ukir untuk menyandingkan tulisan namaku dan Kak Qadri. Irma (bentuk love) Qadri. Haha....
Menit demi menit, aku belum menemukan bentuk yang pas. Satu persatu bentuk love itu aku coba sandingkan di deretan nama kami hingga akhirnya aku menemukan bentuk yang menurutku nggak terlalu besar, nggak terlalu kecil (re: sedang). Untuk tatanan warna bentuk itu pun aku sempat rada bingung. Sempat aku racik dengan warna ungu dan hijau. Namun, ujung-ujungnya aku memilih warna merah muda. Haha...
Senin, 06 Januari 2014
Kelompok Film
Hay hay ini tulisan mimpiku yang pertama kali sempat aku posting di tahun baru 2014. Hmm...aku bertemu dengan teman KKN ku dulu si Niken. Aku bertanya kepadanya tentang suatu acara yang mesti dibuat perkelompok.
Rasanya itu seolah-olah ingin membentuk kelompok KKN lagi, tapi sepertinya bukan tentang hal itu. Perbincangan itu sepertinya mengarah pada proyek film. Aku pun kemudian berbaris membentuk sebuah kelompok panjang berjajar. Tampak ada pula temanku Nadia, Mirna, Liza, dan beberapa wajah lain yang nggak aku kenal. Haha....
Bisa mimpi kayak gini kemungkinan karena kemarin sore itu kan sempat hadir di acara pembubaran panitia anak-anak komunitas film maker Bontang. Jadi, yaa langsung kebawa mimpi gitu kali yah.....
Selasa, 19 November 2013
Seorang Gadis yang sedang Presentasi
Sangat jelas terlihat olehku seorang gadis dengan mengenakan kaos lengan panjang abu-abu yang digulung dan dipadukan dengan celana panjang kain. Wajahnya putih, stylenya tomboy, rambutnya tampak diikat tak beraturan. Aku sangat mengenalnya karena dia adalah sahabat saudara kandung perempuanku yang bernama Sherly.
Sosok yang terlihat dimimpiku ini namanya adalah Kak Poppi. Dia berdiri di hadapan audience dan disitu hadir pula diriku. Aku mendengarkan dengan seksama apa yang hendak ia sampaikan.Ternyata Kak Poppi ini hendak mempresentasikan skripsinya.
Dengan menggunakan layar putih, ia tampak mulai menuliskan latar belakang masalah yang ia angkat. Semua ia jelaskan dalam bentuk gambar. Ada matahari, lekukan garis-garis, dan gambar orang. Ia menggambarkan semua itu dengan menggunakan kapur warna putih.
Dari mimpi ini aku bingung aja sih bisa-bisanya aku mimpiin Kak Poppi yang sama sekali gak ada terpikir olehku, sebelum mimpi ini pun gak ada sempat ketemu. Haha...
Semakin Menghindar, Semakin Dikejar
Dia terus saja mengejarku, lilitannya begitu panjang dan tajam. Aku bergerak ke arah kanan, kiri, dia terus saja mengikutiku. Ancang-ancang terkamannya begitu mengerikan, warnanya coklat. Aku terus saja berusaha menghindar, dan coba menggunakan suatu benda untuk mengusirnya. Aku menghindar dan terus menghindar. Semakin aku menghindar, dia terus saja mengejarku.
Hoaaam....untuk yang kedua kalinya aku mimpi lagi dikejar oleh dia. Yaa...dia sang ular. Grrrrrrr.......
Langganan:
Komentar (Atom)