Aku tampak berusaha keras membuat sebuah bentuk love dari tanah liat.Aku membuatnya di sebuah gudang penyimpanan keramik yang jadinya belum sempurna karena semuanya masih berbentuk tanah liat.
Tanah liat itu aku ukur sedemikian rupa hingga aku merasa akan menemukan bentuk yang pas. Bentuk love itu mau aku ukir untuk menyandingkan tulisan namaku dan Kak Qadri. Irma (bentuk love) Qadri. Haha....
Menit demi menit, aku belum menemukan bentuk yang pas. Satu persatu bentuk love itu aku coba sandingkan di deretan nama kami hingga akhirnya aku menemukan bentuk yang menurutku nggak terlalu besar, nggak terlalu kecil (re: sedang). Untuk tatanan warna bentuk itu pun aku sempat rada bingung. Sempat aku racik dengan warna ungu dan hijau. Namun, ujung-ujungnya aku memilih warna merah muda. Haha...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar