Hari ini, 10 September 2013 waktunya warga Kalimantan Timur (Kaltim)
untuk memilih Gubernur.Jujur sejak semalam aku belum menentukan pilihan
yang pasti. Tadi malam seorangteman di BBM pun nanya, “Irma milih
siapa?” Aku pun berbisik dalam hati, sebenarnyabelum menentukan pilihan
yang pasti. Sebut saja perasaannya yaah semacam agaklabil gitulah
tsaaah… Alasannya adalah karena dikepalaku sebenarnya ada duakandidat
yang kebayang di kepala. Meskipun sampai dengan jam 9 pagi ini akumasih
belum menentukan pilihan, tapi yang pasti aku akan tetap berangkat
keTempat Pemungutan Suara (TPS) dengan membawa surat suaraku yang telah
bersusahpayah diantarkan oleh petugas TPS. Satu lagi aku janji deh nggak
akan golput.Haha…. Jika kalian bertanya mengapa? Jawabannya adalah
#Fitritropicastylejiaaaah……
1. Aku ingin
menghargai orang-orang yang aku yakinsudah bersusah payah dan bersibuk
ria untuk mempersiapkan segalanya. Mulai darimendesain kertas pemungutan
suara, kertasnya mesti diprint, kemudiandiperbanyak sampai beribu-ribu
sesuai dengan jumlah warga Kaltim yang telahmemiliki hak suara, terus
dilipat, dan lain sebagainya. Bahkan di koran lokalsempat pernah aku
baca para siswa pun sampai dilibatkan untuk diminta tolongmembantu
melipat kertas suara. Tuh kan, bisa dibayangkan nggak tuh betapapanitia
sesungguhnya telah bersusah payah, dan juga ntahlah sudah berapa
banyakuang negara yang dihamburkan demi memungut suara rakyatnya hingga
mendapatkansiapa yang layak untuk dijadikan pemimpin di Kaltim.
2. Nah,terkait
wacana golput sebenarnya ini sih sudah menjadi kisah klasik danfenomena
kontroversial dalam kancah politik nasional. Aku memutuskan untuknggak
golput bukan karena takut divonis haram jika sampai nggak memilih.
Sebab,pada dasarnya aku kurang setuju aja sih sampai ada fatwa tersebut.
Pilihangolput itu sepengetahuanku tidak memiliki konsekuensi hukum aja
gitu meeen….Namun di balik itu, simpel sih menurutku jadi cukuplah
keikutsertaanku dalam memilihGubernur ini sebagai hak yang masih sesuai
dengan semangat demokrasi danPancasila. Ceilaaa….
Lalu, di
detik-detik mau berangkatke TPS siapakah yang akan saya pilih? Dengan
berbagai pertimbangan dandiperkuat oleh mimpiku tadi malam (*gelaak
sampe kebawa dimimpi haha….) yaudahaku sudah tahu akan memilih siapa.
Dalam mimpi itu, sangat jelas diingatankuaku menulis angka berapa di
dalam sebuah kertas yang ukurannya segeda Koran.Hahaha… Tapi,
pengawasnya sangat jelas pula dimataku seorang anak kecillaki-laki
sekitar usia 8 tahun dengan mengenakan kostum kaos kutang putih
dancelana pendek -______-
~Sekian basa-basi tentang mimpi semalam…saya mau sarapandulu, mandi, berkostum, lalu ke TPS.