Mimpi oh...Mimpi aku ingin menuliskanmu

Selasa, 19 November 2013

Seorang Gadis yang sedang Presentasi


 

   Sangat jelas terlihat olehku seorang gadis dengan mengenakan kaos lengan panjang abu-abu yang digulung dan dipadukan dengan celana panjang kain. Wajahnya putih, stylenya tomboy, rambutnya tampak diikat tak beraturan. Aku sangat mengenalnya karena dia adalah sahabat saudara kandung perempuanku yang bernama Sherly.
   Sosok yang terlihat dimimpiku ini namanya adalah Kak Poppi. Dia berdiri di hadapan audience dan disitu hadir pula diriku. Aku mendengarkan dengan seksama apa yang hendak ia sampaikan.Ternyata Kak Poppi ini hendak mempresentasikan skripsinya.
  Dengan menggunakan layar putih, ia tampak mulai menuliskan latar belakang masalah yang ia angkat. Semua ia jelaskan dalam bentuk gambar. Ada matahari, lekukan garis-garis, dan gambar orang. Ia menggambarkan semua itu dengan menggunakan kapur warna putih. 
 Dari mimpi ini aku bingung aja sih bisa-bisanya aku mimpiin Kak Poppi yang sama sekali gak ada terpikir olehku, sebelum mimpi ini pun gak ada sempat ketemu. Haha...

Semakin Menghindar, Semakin Dikejar

Dia terus saja mengejarku, lilitannya begitu panjang dan tajam. Aku bergerak ke arah kanan, kiri, dia terus saja mengikutiku. Ancang-ancang terkamannya begitu mengerikan, warnanya coklat. Aku terus saja berusaha menghindar, dan coba menggunakan suatu benda untuk mengusirnya. Aku menghindar dan terus menghindar. Semakin aku menghindar, dia terus saja mengejarku. 
Hoaaam....untuk yang kedua kalinya aku mimpi lagi dikejar oleh dia. Yaa...dia sang ular. Grrrrrrr.......

Senin, 14 Oktober 2013

Si Merah dihimpit Truk

Berada di jalan raya dengan mengendarai Si Merah KT 5117 DY, aku tampak kejar-kejaran dengan truk. Dan truk-truk itu telah menyerempet Merahku. Sangking banyaknya truk tersebut, aku pun berusaha keluar dari himpitan mereka. Haha.... Si Merah pun tampak lecet, syukurnya tidak terjadi apa-apa denganku. Aku kemudian terus berusaha melaju dan terus melaju, meskipun serangan mobil-mobil raksasa itu terus saja menghantuiku.

Selasa, 24 September 2013

Mengejar, Lalu Mendapatkan Bintang

Berjalan sendiri di malam hari menelusuri sebuah jalan yang tak asing bagiku. Adalah Jalan Kenangan. Di jalan itu, aku pernah tinggal disana menghabiskan masa kecilku sekira 7 tahunan, lalu pindah rumah yang tidak jauh dengan jalan kenangan, namanya Jalan Cumi-Cumi. 

 
Saat sedang berjalan di Jalan Kenangan, mataku seakan terhipnotis untuk selalu menatap ke atas langit karena pemandangannya yang memang luar biasa. Aaargghh....betapa bahagianya aku melihat bintang-bintang bertaburan di langit.

Saat berjalan kaki itu dan mataku tertuju di langit, aku lantas berteriak "Ada bintang jatuuuhhhhhhh" Yaaaa... aku melihat ada bintang yang hendak jatuh ke bumi. Teriakanku ini hentak saja mengagetkan beberapa orang yang sedang berada di dalam rumah. Mereka pun ikut melihat ke atas langit, tapi mereka tetap diam saja, tidak seperti aku yang justru kemudian berlari sangat kencang untuk mengejar bintang itu. Haha....

Aku mengejarnya, owowowww dan bintang itu jatuh lalu berada di balik rerumputan.Yaaaaksss..... jebreet, aku mendapatkan bintang itu. Malah ada 2 bintang yang telah berhasil aku genggam di tangan. 
Akhirnya bintang-bintang itu aku bawa ke rumah, dan aku simpan di kamar. Hentak, mataku tiba-tiba terbuka dan sadarkan diri. Fuuuhhhh.....lagi-lagi ternyata cuma mimpi :(

Senin, 23 September 2013

Terbang Ala Aladin Style

Okesip lagi-lagi semalam aku mimpi bisa terbang. Ala Aladin yang biasanya terbang dengan karpetnya, itulah yang aku lakukan. Dalam sebuah acara bersama teman-teman, aku datang dengan menggunakan kain terbang yang berwarna biru muda. Setelah itu, aku terbang lagi dan terus terbang berkeliling sesuka hatiku tanpa seolah-olah tidak ada ketakutan sedikitpun untuk menjelajahi di atas langit yang tinggi. Aku tampak saat bahagia, aaah...andai saja dapat ngerasain langsung dalam dunia nyata. Hahaa...



Selasa, 10 September 2013

Menentukan Pilihan


 

Hari ini, 10 September 2013 waktunya warga Kalimantan Timur (Kaltim) untuk memilih Gubernur.Jujur sejak semalam aku belum menentukan pilihan yang pasti. Tadi malam seorangteman di BBM pun nanya, “Irma milih siapa?” Aku pun berbisik dalam hati, sebenarnyabelum menentukan pilihan yang pasti. Sebut saja perasaannya yaah semacam agaklabil gitulah tsaaah… Alasannya adalah karena dikepalaku sebenarnya ada duakandidat yang kebayang di kepala. Meskipun sampai dengan jam 9 pagi ini akumasih belum menentukan pilihan, tapi yang pasti aku akan tetap berangkat keTempat Pemungutan Suara (TPS) dengan membawa surat suaraku yang telah bersusahpayah diantarkan oleh petugas TPS. Satu lagi aku janji deh nggak akan golput.Haha…. Jika kalian bertanya mengapa? Jawabannya adalah #Fitritropicastylejiaaaah……

1.      Aku ingin menghargai orang-orang yang aku yakinsudah bersusah payah dan bersibuk ria untuk mempersiapkan segalanya. Mulai darimendesain kertas pemungutan suara, kertasnya mesti diprint, kemudiandiperbanyak sampai beribu-ribu sesuai dengan jumlah warga Kaltim yang telahmemiliki hak suara, terus dilipat, dan lain sebagainya. Bahkan di koran lokalsempat pernah aku baca para siswa pun sampai dilibatkan untuk diminta tolongmembantu melipat kertas suara. Tuh kan, bisa dibayangkan nggak tuh betapapanitia sesungguhnya telah bersusah payah, dan juga ntahlah sudah berapa banyakuang negara yang dihamburkan demi memungut suara rakyatnya hingga mendapatkansiapa yang layak untuk dijadikan pemimpin di Kaltim.

2.       Nah,terkait wacana golput sebenarnya ini sih sudah menjadi kisah klasik danfenomena kontroversial dalam kancah politik nasional. Aku memutuskan untuknggak golput bukan karena takut divonis haram jika sampai nggak memilih. Sebab,pada dasarnya aku kurang setuju aja sih sampai ada fatwa tersebut. Pilihangolput itu sepengetahuanku tidak memiliki konsekuensi hukum aja gitu meeen….Namun di balik itu, simpel sih menurutku jadi cukuplah keikutsertaanku dalam memilihGubernur ini sebagai hak yang masih sesuai dengan semangat demokrasi danPancasila. Ceilaaa….

Lalu, di detik-detik mau berangkatke TPS siapakah yang akan saya pilih? Dengan berbagai pertimbangan dandiperkuat oleh mimpiku tadi malam (*gelaak sampe kebawa dimimpi haha….) yaudahaku sudah tahu akan memilih siapa. Dalam mimpi itu, sangat jelas diingatankuaku menulis angka berapa di dalam sebuah kertas yang ukurannya segeda Koran.Hahaha… Tapi, pengawasnya sangat jelas pula dimataku seorang anak kecillaki-laki sekitar usia 8 tahun dengan mengenakan kostum kaos kutang putih dancelana pendek -______-

~Sekian basa-basi tentang mimpi semalam…saya mau sarapandulu, mandi, berkostum, lalu ke TPS.


Minggu, 21 Juli 2013

Karena Mimpi itu, Jadi Merasa Bersalah Kepada Tuhan


 

Ramadan ke-12, Minggu sekitar pukul setengah sebelas pagi aku baru bangun. Pada hari ini, untuk yang kedua kalinya aku gak sahur lagi. Saat dengar azan subuh, disitulah aku mulai keingat bahwa aku ternyata ga sahur. Dalam keadaan masih di atas kasur, antara sadar dan nggak karena masih ngantuk banget, aku tanya ke mama “ma, aku kok nggak dibangunin sahur?” mama bilang katanya aku sudah dibangunin, tapi akunya aja yang tumben banget ga sadar-sadar dibangunin! “aaah separah itu kah? astagfirullah….” dan yang lebih parahnya lagi adalah aku sampe gak sholat subuh!!!  Astagfirullah…Ya Tuhan…..ampunilah hambamu yang khilaf ini, yang jelas hari ini aku merasa bersalah banget ke Tuhan, dan juga bersalah sama Rasulullah yang sudah bersusah payah mengajarkan ummatnya agar selalu menjalankan ibadah 5 waktu :( :’(

 

Guyss….aku sering mendegar ungkapan orang-orang bijak bahwa manusia memang gak ada yang sempurna. Kalau boleh aku perkirakan, itu artinya walaupun kita biasanya melakukan hal-hal yang baik, tapi yaah bisa juga ada khilafnya. Ini kali yah salah satu contoh mengapa kemudian dikata manusia gak ada yang sempurna meen…  Karena kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT semata. (*aaah semoga pada setuju ne yang baca... hehe…)

Dari kejadian ini, aku berjanji ke Tuhan nggak bakal ngulangin lagi deh. Dan salah satu teman dekatku pun juga sudah ingatin jangan diulangin lagi yah neng arab mamuju! Sebut saja namanya adalah Rizki Tridianti aka Kiki, tapi aku biasa menyebutnya Cina Palembang karena matanya yang memang sipit dan dia berasal dari Palembang asli booo… hehee

Di balik kejadian tersebut, sebenarnya ada hal yang membuatku seperti ini yaitu, karena mimpi. Saat tidur itu, aku merasa jiwaku sedang beraktivitas di alam lain. Aku terlalu hanyut dalam ketakutan karena di mimpi itu aku dikejar-kejar hantu semacam Gendruwo. Serem banget!!! Kukunya panjang banget, rambutnya gondrong, dan Oooh Tuhan mukanya serem banget!!!! Sangking seremnya aku susah banget buat mendeskripsikan bentuknya. Tapi, satu yang pasti mukanya sudah ga kebentuk semacam manusia yang wajahnya rusak karena misal ditabrak atau gimana. Berarti lebih parah dari itu dong… Aaaarghh intinya ngeri banget deh, kayak monster kali yaa….!??!! Dan parahnya dia sampe sudah muncul di depan wajahku yang sedang duduk di dalam suatu ruangan. Awalnya dia itu muncul di bawah kursiku, eh selang beberapa menit kemudian dia berada tepat di depan mukaku. Aaaarrrrggghhhh!!!!!

 

Terus aku pun lalu menuju ke luar ruangan. Jelas terlihat olehku, aku mengenakan dress berwarn pink berpadu biru muda. Dan tas yang aku kenakan pun matching banget sama bajuku. Hahahaa….. Ke luar ruangan itu, maksudnya aku hendak pulang ke rumah setelah menyelesaikan aktivitas yang ntahlah apa itu namanya, tapi yang jelas aktivitas sebelumnya itu aku sedang asik mendengarkan presentasi. Saat mau pulang, sebelumnya aku menyempatkan diri untuk bilang pamit deluan ke Pak Syafei. Beliau adalah Kepala Bagian di unit kerjaku. Setelah pamit, aku pun menyusuri lorong demi lorong ruangan. Anehnya semua pintu dan pagar di tempat itu sudah terkunci. 

 

Aku pun terus berupaya berlari dan terus berlari untuk mencari pintu yang masih terbuka. Aku menuju ke lorong berikutnya untuk mencari jalan tembus, tapi ternyata sudah tertutup juga. Aku tampak panik banget karena suasana sudah semakin sore, malah sudah kelihatan gelap. Setelah itu… aku nggak tau lagi bagaimana kelanjutan nasibku untuk dapat menembus jalan keluar menuju lorong itu, karena aku lalu terhentak terbangun.